Tampilkan postingan dengan label nasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasa. Tampilkan semua postingan

penampakan ufo di banyuwangi

0 komentar

penampakan ufo di banyuwangi




Benda asing yang diduga Unidentified Flying Object (UFO) tertangkap kamera milik Zefri Veswanto, warga Jalan Ikan Tuna Perumahan Sutri, Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Foto "UFO" itu diambil secara tidak sengaja dengan kamera telepon seluler. Foto itu diambilnya pada tanggal 10 Oktober 2010 sekitar pukul 15.46 WIB.

Ceritanya, saat itu ia sedang memotret rumah barunya yang sedang direnovasi. Tujuannya, foto rumah itu nantinya akan dikirim ke mertuanya yang ada di luar negeri. Ia baru sadar ada obyek misterius saat memeriksa kembali foto hasil jepretannya tersebut pada malam harinya. Sebuah benda berwarna gelap terlihat terbang tepat di atas rumahnya.

Menurutnya, obyek itu bentuknya menyerupai topi tani berbentuk kerucut. Jika dilihat lebih detail dengan fasilitas zoom, maka sebuah besi mirip penangkap petir terlihat terpasang persis di tengah-tengah benda itu. "Kalau dilihat dengan zoom di HP saya, jelas terlihat ada semacam besi mirip penangkal petir, tepat di tengah benda itu," jelas Zefri.

Setelah ramai pemberitaan tentang temuan crop circle di Sleman dan Bantul, yang dikaitkan dengan UFO, Zefri baru teringat pada fotonya tersebut. Ia lalu mengunggahnya ke akun Facebook miliknya sebagai bahan diskusi dengan teman dunia Facebook-nya. "Saya upload ke Facebook, setelah akhir-akhir ini media ramai memberitakan tentang UFO. Foto itu bukan hasil rekayasa," tambah Zefri seraya menepis anggapan jika foto itu hasil rekayasa. LM

Gimana menurut kamu tentang "Penampakan UFO Tertangkap Kamera Lagi di Banyuwangi" di Lingkar Merah ini? Beri Klik dan Komentarnya ya kalau ini menarik juga bagikan ke Facebook, Twitter dan Google... Terima kasih...!!!

alien indonesia

0 komentar

Laporan Ini Masuk ke Ufonesia pada tgl 24 Maret 2008 di laporkan oleh Mas Darmawan pada tanggal 22 maret 2008
Assalamu mualaikum Wr wb
mengisi liburan pada akhir pekan sangat meyenangkan saya bersama sama teman dari jakarta dan Singapura. Kemarin tepatnya tanggal 22 maret 2008 ketika itu hendak menuju ke sebuah restoran tepatnya “The Valley” Dago Pakar Bandung adalah momen momen yang sangat menyenangkan kami setelah makan makan kami berfoto foto disebuah tempat parkir restoran tersebut
dan kami memotret pemandangan kota Bandung yang sangat indah. Bandung, Sabtu itu di guyur hujan dan mulai reda ketika tiba di The Valley.setelah asik berfoto foto kami pun langsung pulang ke Tagog Padalarang di Penginapan.
sesampainya di rumah tersebut kami pun langsung memasukkan foto foto tersebut kedalam Laptop. setelah bagaian beberapa foto terakhir Pemandangan Kota bandung saya melihat di foto di Laptop ada cahaya merah seperti menyerupai kapal pesawat dan putih seperti pagar yang diterawangi cahaya., terang sekali diatas langit padahal ketika berpoto poto tidak ada satupun bintang atau apapun cahaya karena gelap sekali karena hujan.
setelah di Zoom out . ternyata nampak jelas dari poto tersebut selain itu pada bagian foto bareng di samping poto bareng tersebut seperti ada mahluk asing yang ikut di foto dan itu pun mirip Aliens
untuk itu saya ingin menginformasikan informasi ini apakah benar benar aliens. saya punya bukti foto poto yang mungkin bisa ditelusuri benar tidaknya.
Bisakan informasi ini diliput karena ini menyangkut benar tidaknya. karena di Dago pakar sering terjadi hal hal ganjil Seperti rangkaian Rentetan UFO 7 baris. bagaimana cara mengirimkan foto tersebut.karena ini sangat jelas seperti mahluk alien diudara
untuk informasi Darmawan No telp 0856********
Ufo Di Bandung
Dago Pakar
Ufo Di Dago Pakar Perjelas
Salam Ufonesia

nasa jatuh ke bumi

0 komentar


Awas, Satelit Rongsok NASA Akan Jatuh ke Bumi
Satelit seberat 6,5 ton ini diluncurkan 1991 dan tidak lagi difungsikan pada 2005.
RABU, 14 SEPTEMBER 2011, 11:59 WIB
Add caption
Eko Huda S
satelit (www.space.com)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA memperingatkan satelit ruang angkasanya yang sudah tidak beroperasi akan jatuh ke bumi pada akhir September 2011 ini. Satelit yang akan jatuh itu bernama Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) dengan berat 6,5 ton.

UARS dinonaktifkan pada 2005. Satelit ini bertugas mengamati cuaca dan iklim. NASA memperkirakan, satelit ini akan terjun ke bumi akhir pekan di bulan September atau awal pekan di bulan Oktober mendatang.

Meskipun sebagian satelit UARS akan terbakar karena gesekan dengan atmosfer, diperkirakan masih ada bagian-bagian yang akan jatuh sampai di permukaan bumi. NASA memperingatkan penduduk bumi akan risiko tertimpa puing-puing UARS.

Pejabat NASA mengatakan ada peluang 1 per 3.200 yang akan jatuh ke bumi dan akan melukai penduduk. Sekenario yang diharapkan satelit ini jatuh di atas permukaan lautan, sehingga tak menyebabkan korban manusia.

"Bumi sangat besar, sedangkan satelit ini kecil. Peluang menimpa manusia sangat-sangat kecil yang tergantung cuaca matahari, variasi gravitasi bumi, dan orientasi lain satelit. Bagaimanapun, jatuhnya UARS di dekat NASA harus bisa diprediksi lebih tepat," kata pejabat NASA sebagaimana dikutip
 space.com.

Badan ruang angkasa untuk pertama kali mengumumkan kemungkinan jatuhnya satelit ini minggu lalu. Oleh sebab itu, para ahli harus bisa menjelaskan jalur dan memastikan orbit UARS saat ini.

"Pada 12 September 2011, orbit UARS adalah 145 mil dengan 165 mil (235 km dengan 265 km," tulis pejabat NASA dalam keterangannya.

Satelit ini memiliki panjang 10,7 meter dan lebar 4,5 meter. Lokasi jatuhnya satelit ini masih dianalisis, namun area penyebaran jatuhnya material diperkirakan mencapai 800 km.

Pejabat NASA mengatakan setidaknya ada 26 bagian satelit yang akan sampai ke permukaan bumi. Masyarakat diimbau tidak memegang puing-puing UARS. Aparat penegak hukum juga diminta menyatakan semua puing-puing UARS ini tidak boleh disimpan dan dijual oleh siapapun karena merupakan properti dari pemerintah Amerika.

UARS dibangun dengan biaya US$750 juta. Diluncurkan pada 1991 untuk penelitian ozon dan susunan kimia lain yang ada di atmosfer bumi. Sejak itu, standar internasional yang berhubungan dengan penghentian satelit diambil.
 

Saat ini peluncuran satelit maupun pengembaliak ke bumi harus aman. Namun, tidak ada prosedur standar operasi untuk mengembalikannya ke bumi. (umi)
• VIVAnews
v